Home Berita Perencanaan Dan Pengorganisasian Yang Tepat Jadi Kunci Suksesnya Pembinaan Olahraga

Perencanaan Dan Pengorganisasian Yang Tepat Jadi Kunci Suksesnya Pembinaan Olahraga

by admin koni

KONIKOTASEMARANG. Perencanaan dan pengorganisasian rencana kerja yang tepat menjadi kunci kesuksesan pembinaan olahraga. Kedua hal itu, harus sejalan dan dilaksanakan dengan baik setiap induk organisasi cabang olahraga (IOCO). Salah indikator adalalah ketepatan dalam melakukan pertanggung jawaban dana hibah yang diberikan oleh pemerintah.

“Dua hal itu yang terus kami dorong kepada pengurus cabang olahraga agar melaksanakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dengan cepat dan tepat. Cepat artinya sesuai dengan waktu yang ada dan tepat dalam hal penggunaan anggaran. Sehingga, kepercayaan dari pemerintah kepada IOCO dan KONI selalu terjaga,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara saat menerima KONI Kabupaten Bojonegoro di Kantor KONI Semarang, Kompleks Trilomba Juang, Minggu (20/12).

KONI Semarang, ujarnya, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) LPJ yang bertugas mengawal dan memberikan arahan kepada pengurus cabang olahraga.

Awalnya, banyak keluhan dari cabang olahraga karena selalu dikembalikan disebabkan ada kekurangan administrasi. Tapi, sekarang semua telah beradaptasi dan bisa menyelesaikan LPJ dengan baik.

“Ini kembali pada semangat profesionalisme dalam mengelola anggaran dari pemerintah baik KONI sendiri dan IOCO. Untuk menghilangkan paradigma KONI itu hanya menghabiskan anggaran bahkan ada pikiran hanya untuk korupsi. Pandangan ini yang kami coba luruskan,” tandas Arnaz.

Salah satu bentuk payung hukum bagi pelaku olahraga Ibu Kota Jateng adalah Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Olahraga. Dengan adanya perda ini, papar dia, IOCO bersama KONI lebih lapang dalam menjalankan tugasnya.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bojonegoro Ali Mahmudi mengatakan, kunjungan ke KONI Kota Semarang untuk mengetahui bagaimana pembinaan olahraga di kota ini. Pihaknya mendapatkan banyak hal terutama tentang perda olahraga.

“Perda Olahraga Kota Semarang menjadi referensi kami untuk diusulkan kepada pemangku kebijakan,” tutur Ali.

Selain itu, KONI Kabupaten Bojonegoro ingin mengetahui bagaimanan pembinaan atlet/pemain usia dini atau muda. Dia sangat tertarik dengan Program Semarang Emas yang dilakukan KONI Semarang.

“Mudah-mudahan, usai dari Semarang kami segera berkoordinasi dengan bupati apa yang kami dapatkan dari sini (Semarang),” tandasnya. (Humas)

Related Posts

Leave a Comment